Setelah resmi dimulai melalui Kick Off KUBISA 2026, perjalanan sepuluh fellows memasuki salah satu tahapan penting: Bootcamp dan Pelatihan KUBISA 2026. Selama tiga hari, mulai 27– 29 Agustus 2026, para fellows tidak hanya mendapatkan materi, tetapi juga diajak untuk melihat kembali usaha mereka, menguji berbagai aspek bisnis, berdiskusi, bermain, dan merefleksikan perjalanan yang telah mereka lalui. Tiga hari tersebut menjadi ruang belajar yang cukup padat, tetapi juga penuh dengan interaksi dan pengalaman baru.

Tiga Hari untuk Belajar Lebih Dalam
Bootcamp KUBISA 2026 berlangsung selama tiga hari, yaitu Kamis, Jumat, dan Sabtu. Setiap harinya diisi dengan materi dan aktivitas yang dirancang untuk membantu peserta memahami bisnis mereka dari berbagai sisi. SKELAS juga melakukan beberapa penyesuaian pada materi Bootcamp tahun ini. Jika pada pelaksanaan sebelumnya terdapat materi visioning dan tata kelola, pada KUBISA 2026 kedua materi tersebut tidak lagi menjadi bagian dari rangkaian utama. Sebagai gantinya, terdapat beberapa materi baru yang dianggap relevan dengan kebutuhan peserta saat ini, seperti supply chain dengan pemateri, fundamental bisnis, dan bisnis ramah lingkungan. Perubahan materi ini menjadi bagian dari upaya untuk memberikan pembelajaran yang lebih sesuai dengan kebutuhan pengembangan usaha para fellows.

Belajar Bersama Para Praktisi
Selama tiga hari, para fellows mendapatkan kesempatan untuk belajar langsung dari berbagai pemateri yang memiliki pengalaman di bidangnya masing-masing. Materi Fundamental Bisnis disampaikan oleh Musrahmad, Direktur PT Alam Siak Lestari. Materi ini menjadi salah satu dasar bagi peserta untuk kembali memahami bagaimana sebuah bisnis dibangun dan dikembangkan.
Kemudian, Aditya Fadliansyah, seorang desainer grafis, membawakan materi Membangun Identitas & Komunikasi. Peserta diajak melihat bagaimana identitas visual dan cara berkomunikasi dapat menjadi bagian penting dalam membangun sebuah usaha.
Untuk memperkuat pemahaman peserta mengenai keuangan, materi HPP & Literasi Keuangan
disampaikan oleh Ewi Darnimawati Gule, Finance Officer.
Sementara itu, kemampuan peserta dalam menyampaikan ide bisnis juga menjadi perhatian.
Materi Pitch Deck & Public Speaking dibawakan oleh Wahyu Rusiana, Direktur PT Suwai Atma Rahara.
Peserta juga mendapatkan materi Inovasi Produk bersama Cindi Shandoval, Owner Pinaloka, yang mengajak peserta melihat kembali produk mereka dan memikirkan ruang untuk pengembangan serta inovasi.
Selanjutnya, materi Business Model Canvas disampaikan oleh Cerli Febri Ramadhani, Fasilitator Inkubator SKELAS. Melalui materi ini, peserta diajak untuk memetakan kembali bagaimana bisnis mereka bekerja, mulai dari nilai yang ditawarkan hingga pelanggan dan sumber pendapatan.
Pembahasan mengenai keberlanjutan kemudian diperkuat melalui materi Bisnis Ramah Lingkungan yang disampaikan oleh Muhammad Satria, Ketua SKELAS. Selain materi utama, terdapat pula Sharing Session bersama Riyosa Yosi dari Kedai Makcik. Sesi ini menjadi ruang bagi peserta untuk mendengarkan pengalaman langsung dari pelaku usaha dan mendapatkan perspektif lain tentang perjalanan membangun bisnis.
Dengan berbagai pemateri tersebut, Bootcamp KUBISA 2026 tidak hanya memberikan teori, tetapi juga menghadirkan pengalaman dan perspektif dari orang-orang yang berkecimpung langsung di dunia bisnis, keuangan, kreativitas, hingga pengembangan usaha.

Pemerintah Turut Mendukung
Rangkaian Bootcamp KUBISA 2026 juga mendapatkan dukungan dari Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop). Disperindagkop, Bapak T. Musa selaku kepala Dinas hadir sekaligus membuka kegiatan Bootcamp dan melakukan penyerahan baju secara simbolis kepada dua fellows KUBISA 2026. Dalam sesi sharing, Disperindagkop menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan seperti KUBISA yang dinilai dapat menjadi wadah bagi UMKM untuk belajar dan berkembang. Dukungan tersebut juga menekankan pentingnya agar kegiatan pengembangan UMKM tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat, tetapi dapat terus berjalan dan memberikan dampak secara berkelanjutan. Kehadiran ini menjadi salah satu bentuk kolaborasi antara pemerintah dan komunitas dalam menciptakan ruang bagi pelaku usaha untuk terus bertumbuh.

Belajar, Tapi Tidak Melulu Duduk di Ruang Kelas
Bootcamp bukan hanya tentang duduk mendengarkan materi selama berjam-jam. Di sela-sela sesi pembelajaran, para peserta juga diajak mengikuti berbagai aktivitas dan permainan. Ada waktu untuk coffee break dan makan siang, serta aktivitas ringan seperti senam pada hari kedua. Aktivitas tersebut membuat suasana Bootcamp menjadi lebih cair. Setelah mengikuti materi dan berdiskusi, peserta bisa beristirahat, berinteraksi, dan kembali mengikuti sesi berikutnya dengan suasana yang lebih segar. Karena belajar tentang bisnis juga tidak harus selalu serius. Kadang, ide justru muncul ketika kita sedang berbincang santai, bermain bersama, atau bertukar cerita dengan orang lain.

Saat Usaha Dibawa ke Meja Evaluasi
Salah satu sesi yang cukup menarik terjadi pada hari kedua. Para fellows diminta membawa produk atau barang dari usaha mereka untuk kemudian dilihat dan dinilai dari berbagai sisi. Disini, usaha mereka tidak hanya dilihat dari produknya saja. Mulai dari kemasan, nama atau identitas usaha, keuangan, pemasaran, hingga strategi marketing menjadi bagian yang diperhatikan. Sesi ini memberikan kesempatan bagi peserta untuk melihat usaha mereka dari sudut pandang yang lebih luas. Sebuah produk yang enak belum tentu cukup. Ada nama yang perlu diperkuat, kemasan yang perlu diperbaiki, pencatatan keuangan yang perlu dirapikan, hingga strategi pemasaran yang perlu disesuaikan dengan target pasar. Dari proses tersebut, peserta mendapatkan masukan yang bisa menjadi bahan untuk mengembangkan usahanya setelah Bootcamp selesai.

Membuat Ruang untuk Mengingat Perjalanan
Memasuki hari ketiga, pembelajaran terus berlanjut dengan berbagai materi dan aktivitas. Namun, menjelang akhir Bootcamp, suasananya mulai terasa berbeda. Tim panitia menyiapkan sebuah sudut khusus yang menjadi semacam museum kenangan Bootcamp. Di dalamnya terdapat hal-hal yang menggambarkan perjalanan para fellows selama mengikuti program. Salah
satunya adalah Business Model Canvas, tempat peserta dapat melihat dan menggambarkan bagaimana model bisnis yang mereka jalankan. Ada pula sudut yang mengajak peserta kembali melihat awal mula mereka membuka usaha, tentang bagaimana sebuah ide yang mungkin awalnya sederhana akhirnya bisa berkembang menjadi usaha yang mereka jalankan hari ini.
Kemudian ada sudut khusus mengenai bisnis ramah lingkungan, yang kembali mengingatkan peserta tentang bagaimana usaha dapat tetap berkembang dengan memperhatikan keberlanjutan.

Sticky Note yang Menjadi Museum Kenangan
Bagian terakhir menjadi salah satu momen yang cukup berkesan. Para peserta diminta menuliskan pesan dan kesan selama mengikuti Bootcamp pada sticky note. Satu per satu tulisan ditempelkan pada bingkai yang telah disiapkan. Sticky note yang awalnya hanya berupa potongan-potongan kertas kecil, perlahan memenuhi biingkai tersebut. Ada cerita, kesan, hal yang dipelajari, hingga pengalaman yang mereka bawa pulang dari tiga hari bersama. Ruang tersebut kemudian menjadi seperti museum kecil tentang perjalanan Bootcamp KUBISA 2026. Bukan museum yang berisi benda-benda bersejarah, tetapi kumpulan pengalaman yang ditinggalkan oleh orang-orang yang menjalaninya.

“Apa yang Kamu Bawa Pulang dari Bootcamp?”
Sebelum rangkaian Bootcamp benar-benar berakhir, para fellows juga diberikan kesempatan untuk menyampaikan pesan dan kesan mereka secara langsung. Mereka menceritakan apa yang dirasakan selama tiga hari, apa yang mereka pelajari, dan hal apa yang menurut mereka paling berkesan. Dari sana terlihat bahwa Bootcamp bukan hanya memberikan tambahan pengetahuan
tentang bisnis. Ada juga proses untuk melihat kembali usaha masing-masing, menerima masukan, berinteraksi dengan sesama peserta, dan menyadari bahwa perjalanan membangun usaha memang membutuhkan proses yang panjang.

Tiga Hari, Banyak Cerita
Tiga hari mungkin terdengar singkat. Namun, dari tanggal 27–29 Agustus 2026, banyak hal yang terjadi. Ada materi yang dipelajari, produk yang dievaluasi, permainan yang dimainkan, cerita yang dibagikan, hingga sticky note yang menjadi kenangan. Bagi para fellows, Bootcamp menjadi salah satu langkah penting untuk membawa usaha mereka ke tahap berikutnya. Sementara bagi kami yang terlibat sebagai volunteer, tiga hari tersebut juga menjadi pengalaman untuk melihat secara langsung bagaimana sebuah proses inkubasi bisnis berjalan dari dekat. Pada akhirnya, Bootcamp KUBISA 2026 bukan hanya tentang mendapatkan ilmu. Ia adalah tentang mencoba, menerima masukan, mengevaluasi, memperbaiki, dan terus bertumbuh. Karena perjalanan KUBISA masih panjang. Setelah tiga hari belajar bersama, para fellows akan kembali membawa ilmu dan pengalaman tersebut ke dalam usaha masing-masing. Dan dari sinilah, perjalanan menuju tahap berikutnya dimulai.

Tiga hari. Sepuluh fellows. Banyak cerita.
KUBISA 2026 terus bertumbuh

(Redaktur: Anggraini)