Setelah melewati masa pendaftaran dan proses seleksi, perjalanan KUBISA 2026 akhirnya memasuki tahap baru. Dari berbagai ide bisnis dan usaha yang masuk, sebanyak 10 peserta terpilih untuk mengikuti rangkaian Inkubasi Bisnis Lestari Siak (KUBISA) 2026. Mereka datang dengan latar belakang, pengalaman, dan ide usaha yang berbeda. Ada yang membawa produk kuliner, ada yang mengembangkan kriya, ada pula yang mencoba mengolah potensi budaya lokal menjadi produk yang lebih dekat dengan kebutuhan pasar saat ini. Namun, ada satu hal yang mempertemukan mereka: keinginan untuk mengembangkan ide menjadi sesuatu yang lebih nyata.

BISNIS TERDAFTAR

BISNIS TERSELEKSI

BISNIS TERPILIH

Dari Pendaftaran Menuju 10 Peserta Terpilih

Pendaftaran KUBISA 2026 berlangsung pada 24 Juli hingga 7 Agustus 2026. Kesempatan tersebut terbuka bagi masyarakat Kabupaten Siak yang memiliki ide bisnis maupun usaha yang sesuai dengan kriteria program. Antusiasme masyarakat terlihat dari jumlah pendaftar yang masuk. Tercatat sebanyak 41 usaha mendaftarkan diri untuk mengikuti KUBISA 2026, dengan pendaftar yang berasal dari berbagai wilayah di Kabupaten Siak. Dari total 14 kecamatan yang ada di Kabupaten Siak, terdapat pendaftar dari 8 kecamatan. Pendaftar tersebut berasal dari Kecamatan Tualang, Sungai Mandau, Siak, Minas, Mempura, Lubuk Dalam, Dayun, dan Kerinci Kanan. Kecamatan Tualang menjadi wilayah dengan jumlah pendaftar terbanyak yakni 22 peserta, disusul oleh beberapa kecamatan lainnya. Sebaran tersebut menunjukkan bahwa ketertarikan untuk mengembangkan usaha tidak hanya datang dari satu wilayah, tetapi muncul dari berbagai bagian Kabupaten Siak.

Bagaimana Peserta Dipilih?
Banyaknya ide yang masuk membuat proses seleksi menjadi salah satu tahapan penting dalam perjalanan KUBISA 2026. Para calon peserta tidak hanya dilihat dari produk yang mereka tawarkan, tetapi juga dari kemampuan mereka dalam menjelaskan gagasan, memahami persoalan, serta melihat peluang pengembangan usaha. Dalam proses seleksi, terdapat beberapa aspek yang menjadi perhatian. Salah satunya adalah kemampuan peserta dalam menyampaikan gagasan secara jelas dan menarik, termasuk bagaimana mereka mempresentasikan ide melalui
pitch deck. Selain cara berkomunikasi, seleksi juga melihat seberapa jelas informasi yang disampaikan
dalam pitch deck, terutama dalam menggambarkan usaha dan gagasan yang diajukan. Pemahaman terhadap masalah yang ingin diselesaikan juga menjadi bagian penting. Peserta perlu menunjukkan seberapa dalam mereka memahami persoalan yang berkaitan dengan ide bisnis atau usaha yang dibawa, sekaligus menjelaskan bagaimana solusi atau produk yang ditawarkan dapat menjawab persoalan tersebut. Tidak hanya melihat ide, proses seleksi juga mempertimbangkan dampak yang telah diciptakan oleh usaha yang sudah berjalan, serta potensi solusi atau produk untuk dikembangkan dalam jangka panjang. Aspek lain yang diperhatikan adalah kemampuan peserta dalam menjelaskan pengelolaan usaha secara terstruktur, mulai dari manajemen tim, keuangan, pemasaran, hingga pengelolaan bisnis secara keseluruhan.

Tiga Penilai di Balik Proses Seleksi
Proses penilaian KUBISA 2026 melibatkan tiga orang penilai, yaitu Satria, Ayu Rusiana (SUWAI.CO), dan
Cindy Shandoval (PINALOKA.IDi. Ketiganya menjadi bagian dari proses untuk melihat dan menilai berbagai gagasan
usaha yang diajukan oleh para calon peserta. Penilaian dilakukan dengan mempertimbangkan
sejumlah aspek, mulai dari cara peserta menyampaikan ide, pemahaman terhadap masalah yang
ingin diselesaikan, potensi solusi atau produk, dampak usaha, hingga kemampuan dalam
mengelola bisnis. Dengan berbagai aspek tersebut, proses seleksi tidak hanya mencari ide yang
menarik, tetapi juga melihat kesiapan dan potensi peserta untuk mengembangkan usahanya
melalui rangkaian KUBISA 2026.

Dari 41 Pendaftar, 10 Peserta Terpilih
Setelah melalui proses seleksi dan penilaian, akhirnya 10 peserta terpilih untuk melanjutkan perjalanan bersama KUBISA 2026. Mereka membawa ide dan karakter usaha yang beragam, mulai dari kuliner hingga kerajinan. Berikut 10 peserta yang akan menjadi bagian dari perjalanan KUBISA 2026:

Beragam Ide, Satu Ruang untuk Tumbuh
Kesepuluh peserta KUBISA 2026 tidak datang dengan cerita yang sama. Masing-masing memiliki titik awal, pengalaman, dan tantangan yang berbeda. Namun, perbedaan tersebut justru menjadi bagian menarik dari perjalanan KUBISA. Mereka akan berada dalam satu ruang yang sama, bertemu dengan mentor, belajar bersama, mendapatkan masukan, serta saling bertukar pengalaman. Di tengah proses tersebut, bukan tidak mungkin akan muncul kolaborasi baru. Sebuah ide bisa mendapatkan perspektif baru dari peserta lain. Sebuah produk bisa menemukan peluang pengembangan yang sebelumnya belum terpikirkan. Karena itu, KUBISA tidak hanya menjadi ruang untuk mengembangkan bisnis secara individu, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun ekosistem dan koneksi antar pelaku usaha muda di Siak.

Setelah Terpilih, Apa Selanjutnya?
Menjadi salah satu dari 10 peserta hanyalah langkah awal. Selama enam bulan ke depan, para peserta akan mengikuti berbagai rangkaian program yang telah disiapkan, mulai dari bootcamp, pelatihan, pendampingan, monitoring, hingga Demo Day. Setiap tahapan memiliki perannya masing-masing. Peserta tidak hanya diajak untuk memikirkan bagaimana produknya dapat dijual, tetapi juga bagaimana membangun usaha yang memiliki identitas, mampu berkembang, dan tetap terhubung dengan potensi lokal yang dimiliki Kabupaten Siak. Pada tahap inilah ide ide yang sebelumnya masih berupa konsep akan mulai diuji dan dikembangkan.

Perjalanan Baru Dimulai
Sepuluh peserta telah terpilih. Sepuluh ide telah mendapatkan ruang untuk berkembang. Namun, perjalanan KUBISA 2026 masih panjang. Akan ada proses belajar, mencoba, mendapatkan masukan, memperbaiki, dan kembali mencoba. Bagi para peserta, KUBISA bukan sekadar tentang menjadi salah satu dari 10 orang yang terpilih. Ini adalah kesempatan untuk membawa ide yang mereka miliki ke tahap berikutnya dan melihat sejauh mana ide tersebut dapat tumbuh. Sepuluh peserta. Sepuluh cerita. Satu perjalanan untuk tumbuh bersama. KUBISA 2026 baru saja dimulai.

Redaktur: Anggraini (volunteer KUBISA 2026)